Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    Gambaran Singkat


    SMA Negeri 4 Wajo atau lebih dikenal dengan nama SMA Anabanua, pada mulanya hanya berupa yayasan yang berdiri pada tahun 1988. Pendirinya saat itu adalah tokoh-tokoh masyarakat Anabanua dan Pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Anabanua yang diketuai oleh H. Abdul Karim Alif, BA., sekaligus selaku sekretaris Yayasan Pendidikan Maniangpajo.

    Pada tanggal 4 Maret 1988, Yayasan Pendidikan Maniangpajo didaftar pada Andi hasnah Beddu, S.H. selaku Wakil Notaris Sementara di Sengkang. Yayasan ini diketuai oleh Syafruddin Baso; Wakil Ketua: Haji Bahar Sultan Makkulle; Sekretaris I: Abdul Karim Alif, BA.; Sekretaris II: Abdul Karim Pawiloi; Bendahara: Muhammad Nur Jaya; Anggota: Soekirso Ardiwinoto; Drs. Muhammad Muchtar P; Dakok; Andi Rasli H. Andi Sarampa; Haji Abdul Samad; Pangeran Alif, BA; H. Bohari; H. A. Caco; dan Ceppa. Sementara yang ditunjuk sebagai Badan Penasehat adalah: Camat Maniangpajo; Andi Alinuddin; H. Andi Dahlan; dan Andi Muhammad Basir.

    Pada tanggal 5 Maret 1988 Yayasan Pendidikan Maniangpajo mengeluarkan SK No. 10/YPM/1988 tentang pendirian SMA Swasta Anabanua. Kemudian pada tanggal 9 Maret 1988 Akte dan Anggaran Dasar Yayasan didaftar dalam buku daftar kepaniteraanb Pengadilan Negeri di Sengkang dengan Nomor: 04/pdt/1988/PN.Skg. selanjutnya pada tanggal 20 Maret 1988 mengangkat Abdul Majid, BA sebagai Kepala Sekolah dan berlaku surut mulai 20 Juli 1987.

    Tanggal 14 Desember 1988, Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan SK No. 230/Kep/I06/H/88 tentang Izin Operasional SMA Swasta Anabanua, kemudian pada tanggal 5 Mei 1992 beralih status menjadi SMA Negeri setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan SK No. 0216/O/1992.

    Pada awal berdirinya, SMA Swasta Anabanua dibawah kelompok Yayasan Pendidikan Maniangpajo bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Sengkang menyelenggaran kegiatan belajar mengajar di sebuah gedung di dekat Masjid Jami Anabanua. Setelah itu, salah seorang tokoh masyarakat Maniangpajo mewakafkan sebidang tanah di Jl. Poros Palopo, dekat Bulog. Namun, karena lokasi yang kurang strategis, atas prakarsa Pengurus KUD Anabanua, dipilihlah tanah seluas 17.443 m2 yang berlokasi di Jalan Parepare No. 3 Anabanua menjadi lokasi pembangunan SMA Anabanua yang juga dijuluki sebagai Kampus Cemara. Tanah tersebut dibeli seharga Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dari delapan orang warga Anabanua. SMA Swasta Anabanua juga pernah bekerjasama dengan SMA Negeri 1 Paria.

    Diawal beroperasinya, ditunjuk sebagai Penanggungjawab Unit Pelaksana Tuga (U.P.T) adalah Soekirso Ardiwinoto, dan Pelaksana Tugas Harian Kepala Sekolah adalah Abdul Majid, B.A., sementara yang ditunjuk sebagai Kepala Urusan Tata Usaha adalah Pangeran Alif, B.A., dibantu oleh Murniati M dan Abdul Karim P.

    Saat berstatus swasta, SMA Anabanua dipimpin oleh dua Kepala Sekolah, yaitu:
    1. H. Abdul Majid, B.A., dengan masa kerja 4 tahun 7 bulan. Dari Bulan Juli 1987 s.d. Februari 1992
    2. Drs. Alam Usmin, dengan masa kerja 5 bulan. Dari Bulan Februari 1992 s.d. Juli 1992

    Setelah itu, SMA Negeri 4 Wajo berstatus negeri dan sampai sekarang telah dipimpin oleh delapan kepala sekolah, yaitu:
    1. Drs. H. Mohammad Ridwan, M.Pd., dengan masa kerja 4 tahun dari Bulan Juli 1992 s.d. Agustus 1996.
    2. Drs. A. M. Amiluddin, M.Pd., dengan masa kerja 2 tahun dari Bulan Agustus 1996 s.d. Agustus 1998.
    3. Drs. Andi Kampiri, M.Pd., dengan masa kerja 5 tahun dari Bulan Agustus 1998 s.d. Juni 2003.
    4. Drs. Iskandar Andi Parakkasi, M.Si., dengan masa kerja 1½  tahun dari Bulan Juni 2003 s.d. Januari 2005.
    5. Drs. Asdar, M.Pd., dengan masa kerja 2 tahun dari Bulan Januari 2005 s.d. September 2006 (serah terima jabatan, Januari 2007).
    6. Drs. Jamade, M.Si., dengan masa kerja 6 tahun dari Bulan September 2006 s.d. November 2013.
    7. Hj. Andi Fatmawati, S.Pd., M.Si. dari Bulan Desember 2013 s.d. Desember 2017
    8. Drs. Andi Page, M.M. dari Bulan Desember 2017 sampai sekarang

    SMA Negeri 4 Wajo adalah suatu instansi pendidikan yang berupaya semaksimal mungkin membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengantisipasi kehadiran perdagangan bebas, sehingga SMA Negeri 4 Wajo sangatlah diharapkan mempunyai peran yang positif dalam rangka mencetak kader-kader bangsa yang memiliki keilmuan yang tinggi dan berwawasan global serta memiliki keimanan yang kokoh yang dapat membentengi mental alumninya dalam mempertahankan nilai-nilai budaya yang positif sebagai warga negara Indonesia yang berjiwa pancasila sejati.

    Dalam menghadapi era globalisasi berbagai bidang aktivitas kehidupan, jelas SMA Negeri 4 Wajo tak dapat melepaskannya. Tantangan tersebut memerlukan kemampuan dan komitmen yang tinggi dari segenap komponen sekolah agar dapat memperbaiki kualitas pendidikan, dan meningkatkan citra SMA Negeri 4 Wajo di masyarakat.

    Sederet prestasi pun pernah diraihnya, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional pada lomba akademik, olahraga, seni, dan event-event lain. Sebagai wakil Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2006 dan Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2013, SMA Negeri 4 Wajo melakukan gebrakan dalam mendidik dan membiasakan hidup sehat, disiplin, meningkatkan keimanan, dan ketaqwaan bagi peserta didiknya. Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah budaya salam-salim. Setiap pagi, peserta didik yang tiba di sekolah dijemput oleh pembina di depan pintu gerbang sekolah. Maksudnya bahwa peserta didik dibiasakan untuk mengucapkan salam kapan dan dimana saja ketika bertemu dengan sesama muslim. Kemudian peserta didik masuk dan berjabat tangan dengan Pembina yang menjemputnya. Hal ini dimaksudkan, adanya wujud penghormatan dari peserta didik dan kasih sayang dari pembina sebagai bagian dari warga SMA Negeri 4 Wajo. Selanjutnya, tanpa komando, peserta didik berpencar memungut sampah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan sekolah sehat menuju SMA Negeri 4 Wajo sebagai sekolah hijau. Selain itu, setiap minggunya juga dilaksanakan lomba 3K dan pembinaan 10K.

    Kegiatan lain yang dikembangkan untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan peserta didik di SMA Negeri 4 Wajo adalah melaksanakan literasi Al Quran selama tiga puluh menit sebelum proses belajar mengajar berlangsung pada hari Jumat.

    Saat pelaksanaan Salat Dhuhur, peserta didik digilir membawakan kuliah tujuh menit. Pada hari Jumat, saat guru dan peserta didik laki-laki melaksanakan Salat Jumat di Mushollah An-Nahar yang dibangun di SMA Negeri 4 Wajo, guru dan peserta didik perempuan melakukan diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam.



    AKREDITASI SEKOLAH

    No.
    INSTANSI PEMBERI AKREDITASI
    NILAI YANG DIPEROLEH
    TAHUN
    PERINGKAT
    AKREDITASI
    1
    BAN-SMA
    79,70
    15 November 2007
    B
    2
    BAN-SMA
    88,60
    16 November 2012
    A
    3
    BAN-SMA
    91
    23 November 2017
    A




    Hasil penelusuran Yasser Arafat (Alumni SMAN 1 Maniangpajo Tahun 2002)

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728