Dari Rasa Kaget ke Tanggung Jawab: Cerita di Balik Upacara Bendera UPT SMA Negeri 4 Wajo
Di balik kelancaran upacara, tersimpan perasaan campur aduk dari salah satu petugas, Zilkha Maulidia. Ia mengaku sempat terkejut saat ditunjuk menjadi bagian dari pelaksana upacara.
“Saya sedikit kaget, tetapi tetap menerima amanah yang diberikan dengan bertanggung jawab,” tuturnya.
Bersama teman-temannya, Zilkha menjalani latihan berulang kali demi memastikan setiap gerakan berjalan dengan baik. Sebagai pengibar bendera, ia menghadapi tantangan tersendiri, terutama saat proses pembentangan bendera yang membutuhkan kekompakan dan ketepatan. Namun, kerja sama tim yang solid membuat semuanya dapat teratasi dengan baik.
Di sisi lain, pembina upacara, Muhammad Badruddin Sulaeman, S.Pd, memberikan apresiasi atas peningkatan yang ditunjukkan oleh petugas upacara dari kelas X Etika. Meski demikian, ia juga menyoroti masih adanya peserta upacara yang kurang disiplin.
“Pelaksana upacara sudah menunjukkan peningkatan, tetapi masih ada peserta yang tidak mengikuti ikrar dengan baik dan bermain HP saat upacara,” ujarnya.
Dalam amanatnya, ia tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menyisipkan pesan yang lebih dalam. Ia mengajak peserta didik untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah, menjaga kebersihan, serta menghargai setiap proses yang dijalani di sekolah. Baginya, sekolah bukan sekadar tempat belajar pelajaran, tetapi juga tempat membentuk sikap dan karakter.
Upacara pagi itu pun menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ia menjadi ruang pembelajaran nyata—tentang disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Dari rasa kaget yang dirasakan Zilkha, hingga pesan tegas dari pembina upacara, semuanya berpadu menjadi pengalaman yang membekas bagi peserta didik.
Melalui kegiatan sederhana seperti upacara bendera, nilai-nilai penting terus ditanamkan, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.
Tim Liputan: Wiwik Serly & Madinatul Ramadhani
Kepenulisan: Naisya Anaya
Penyuntingan: Andi Syamrani Kirana




Tidak ada komentar