Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    Dzikir Jumat Kembali Digelar, Rohis Cemara Tekankan Makna dan Kesadaran Spiritual


    Anabanua, 24 April 2026 — Kegiatan dzikir bersama kembali dilaksanakan di UPT SMA Negeri 4 Wajo setelah beberapa pekan sebelumnya diisi dengan program DIROSA. Keputusan ini diambil menyusul konfirmasi dari pihak Wahdah melalui Ustadzah Nur Amalia pada Rabu malam (23/04/2026), yang menyampaikan bahwa kegiatan DIROSA sementara tidak dapat dilaksanakan karena berbenturan dengan agenda sekolah.

    Kegiatan dzikir rutin dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 12.15 WITA, selama tidak ada agenda DIROSA. Lokasi pelaksanaan dibagi ke beberapa titik, yakni Panggung Cemara dan Kantin Kejujuran untuk peserta didik perempuan kelas X dan XI. Adapun pusat suara kegiatan dipusatkan di area panggung.

    Pada pelaksanaan pekan ini, kegiatan dipandu oleh perwakilan kelas XI Adaptif. Nur Fadillah bertindak sebagai moderator, Andi Zahrah Nafisah memimpin pembacaan Asmaul Husna dan dzikir, serta Nikita menyampaikan tausiyah mengenai makna salah satu sifat Allah, yaitu Ar-Rahman.

    Ketua Umum Rohis, Fakhriyah Muflihah Umar, menjelaskan bahwa dzikir Jumat memiliki nilai penting bagi umat Islam karena hari Jumat merupakan hari yang mulia (Sayyidul Ayyam). Ia menambahkan bahwa dalam dzikir terdapat shalawat yang diyakini akan langsung disampaikan kepada Rasulullah SAW, sehingga menjadi salah satu jalan untuk memperoleh syafaat.

    Lebih lanjut, Fakhriyah berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi mampu menyentuh hati para peserta. “Kami berharap bukan hanya suara yang terdengar, tetapi juga pemahaman terhadap makna Asmaul Husna. Melalui program Rohis Cemara, tausiyah akan terus berganti tema agar nilai-nilai yang disampaikan semakin mudah dipahami,” ujarnya.


    Terkait keseriusan peserta, ia mengakui belum dapat memastikan seluruh peserta didik mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Namun, ia melihat adanya peningkatan, yang ditandai dengan berkurangnya peserta yang meninggalkan lokasi kegiatan. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah awal yang positif.

    Dalam menghadapi peserta yang kurang fokus, Fakhriyah memilih pendekatan persuasif dengan memberikan arahan secara umum tanpa menegur secara langsung. Ia juga menyisipkan pengingat tentang keutamaan amal di bulan Dzulqa’dah sebagai motivasi agar peserta lebih khusyuk.

    Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi, serta kepada kelas XI Adaptif yang telah menjalankan tugas dengan baik. Ia juga berpesan agar kegiatan dzikir tetap dilaksanakan dengan niat ibadah, sebagaimana termaktub dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56.

    Narasumber: Fakhriyah Muflihah Umar

    Tim Liputan: Erlin Febrianti & Melati

    Tim Kepenulisan: Indo Asse

    Tim Penyuntingan: Muhammad Aswan Firmansyah

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728