Kegiatan Donor Darah di Sekolah Masih Menghadapi Berbagai Tantangan
Dalam upaya meningkatkan partisipasi pelajar, pengurus PMI memiliki peran yang sangat penting. Terutama pengurus inti dan anggota PMR di sekolah yang aktif memberikan motivasi serta mengajak peserta didik lain untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Peningkatan jumlah pendonor biasanya terjadi ketika terdapat dorongan kuat dari lingkungan sekolah, seperti ajakan dari teman sebaya, dukungan guru, serta adanya kegiatan sosialisasi yang intensif. Sebaliknya, jumlah pendonor dapat menurun akibat kurangnya sosialisasi dan masih adanya rasa takut di kalangan peserta didik.
Secara umum, hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Wajo, masih mengalami kekurangan stok darah. Oleh karena itu, kegiatan donor darah di sekolah dinilai sangat membantu dalam menambah persediaan darah, meskipun jumlahnya belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, PMI terus melakukan berbagai strategi, seperti sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, memberikan edukasi mengenai manfaat donor darah, serta melibatkan anggota PMR dalam memotivasi peserta didik agar lebih aktif dan rutin berpartisipasi.
Narasumber: dr. Hj. Sitti Ramlah (Kepala UTD PMI Kabupaten Wajo)
Tim Liputan: Wilma dan Fatmawati
Tim Kepenulisan: Puputhya Putri
Tim Penyuntingan: Duddu Wulandari




Tidak ada komentar