Nurul Khotimah Raih Gelar Duta Ana'dara Malebbi Kallolo Magaretta dan Duta Remaja, Siap Lestarikan Budaya Bugis
Dalam wawancara, Nurul mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menginspirasi generasi muda, serta ikut menjaga dan melestarikan budaya yang menjadi identitas daerah.
Nurul mengaku banyak manfaat yang dirasakannya setelah meraih kedua gelar tersebut. Selain menjadi lebih percaya diri dan lebih berani berbicara di depan umum, ia juga memperoleh kesempatan untuk bertemu serta belajar dari banyak tokoh inspiratif. Bahkan, namanya mulai dikenal oleh berbagai duta dari berbagai daerah. Gelar tersebut juga membuka peluang baginya untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya.
Ketertarikannya mengikuti ajang ini berawal dari kekagumannya terhadap para duta sebelumnya yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sejak saat itu, ia mulai mempersiapkan diri dengan memperluas wawasan, melatih kemampuan public speaking, memperbaiki sikap, dan membangun rasa percaya diri.
Keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua, keluarga, teman-teman, para pembimbing, serta founder yang selalu memberikan semangat dan doa. Dalam proses persiapan, Nurul berlatih di rumah, di sekolah, dan bersama para pembimbing. Ia juga aktif belajar secara mandiri melalui buku, internet, dan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta wawasannya.
Momen paling berkesan baginya adalah saat namanya diumumkan sebagai pemenang. Ia mengaku merasa terharu, bahagia, dan sangat bersyukur karena teringat seluruh proses perjuangan yang telah dilaluinya, mulai dari latihan, pengorbanan, hingga doa yang selalu menyertainya.
Nurul juga menilai persaingan selama mengikuti ajang berlangsung secara sehat. Menurutnya, setiap finalis memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing sehingga pengalaman tersebut tidak hanya mengajarkannya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kerja sama, saling menghargai, dan membangun persahabatan.
Ke depan, Nurul berharap dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Ia berkomitmen untuk terus memperkenalkan budaya Bugis kepada generasi muda melalui media sosial, kegiatan edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas budaya. Menurutnya, budaya akan tetap hidup apabila generasi muda mau mengenal, mencintai, dan melestarikannya sebagai warisan berharga bagi masa depan.
Tim Liputan: Muhammad Akbar, Melati & Ryna Angriana
Tim Kepenulisan: Puputhya Putri M., Andink Naravadhia
Tim penyuntingan: Andi Samrani Kirana



Tidak ada komentar