Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Maniangpajo Angkat Tema Swasembada Pangan
Anabanua, Kamis, 20 Agustus 2026 — Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Maniangpajo dilaksanakan di area persawahan Sanggar Tani, Mattirowalie. Kegiatan yang mengusung tema “Swasembada Pangan” tersebut diikuti oleh seluruh Kamabigus dan pembina se-Kecamatan Maniangpajo dari 23 pangkalan, serta peserta didik tingkat Penegak, Penggalang, dan Siaga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus mengenang sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia sejak tahun 1961. Meskipun Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus, kegiatan di Kecamatan Maniangpajo baru dapat dilaksanakan pada 20 Agustus karena menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang telah disusun dalam matriks kegiatan dengan jadwal yang cukup padat.
Bapak Yasser Arafat, S.Pd. mengungkapkan rasa bangganya terhadap partisipasi para peserta dalam kegiatan tersebut. “Secara pribadi, saya merasa bangga karena melihat partisipasi peserta upacara. Ternyata kita bisa melaksanakan kegiatan upacara yang sifatnya bukan di lapangan, tetapi tetap memiliki nilai-nilai kepramukaan,” ujarnya.
Peserta tingkat Penegak berasal dari UPT SMA Negeri 4 Wajo, sedangkan peserta tingkat Penggalang berasal dari beberapa SMP dan SD. Sementara itu, peserta tingkat Siaga berasal dari UPTD SDN 274 Mattirowalie. Kegiatan tersebut juga melibatkan pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Maniangpajo yang berperan langsung dalam pelaksanaannya.
Rangkaian kegiatan yang sedianya dimulai pada pukul 08.00 WITA baru dimulai pada pukul 08.15 WITA. Meskipun mengalami keterlambatan, kegiatan secara keseluruhan berjalan dengan baik. “Alhamdulillah, secara keseluruhan kegiatan berjalan sukses. Walaupun sedianya dimulai pukul 08.00, tetapi baru dimulai pukul 08.15. Namun, secara keseluruhan berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari tim pemantau Kwarcab Wajo,” ujarnya.
Penggunaan atribut seperti petani oleh peserta didik tingkat Penegak dari UPT SMA Negeri 4 Wajo disesuaikan dengan tema “Swasembada Pangan”. Bapak Yasser menjelaskan bahwa Pramuka Penegak memiliki peran untuk turut serta membangun masyarakat, salah satunya melalui kegiatan pertanian.
“Karena kegiatan ini mengusung tema swasembada pangan. Pramuka Penegak berbeda dengan Penggalang. Kalau Penggalang baru mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, sedangkan Penegak sudah harus ikut serta membangun masyarakat,” jelasnya.
Menurut Bapak Yasser, salah satu hal yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya adalah menghadirkan inovasi agar semangat kepramukaan di Kecamatan Maniangpajo semakin meningkat. “Harapan saya sekaligus yang perlu dibenahi adalah inovasi-inovasi ke depan. Bagaimana cara kita membangkitkan semangat Pramuka di Kecamatan Maniangpajo dan mengaitkan kegiatan yang dilakukan dengan tema yang ada,” ungkapnya.
Narasumber: Yasser Arafat, S.Pd.
Tim Liputan: Hilal Putra, Kesa Dzaha Biyya, Madinatul Ramadhani
Tim Kepenulisan: Nur Aisyah
Tim Penyunting: Andi Muh Kaisan Akbar
Tim Dokumentasi: Putri & Selpha Alfiana
Tim Desain: Maudy Akifah & Nurfadillah



Tidak ada komentar