Gladi Bersih TKA di SMA Negeri 4 Wajo Berjalan Tertib dan Lancar
Gladi bersih ini bertujuan untuk menguji kesiapan peserta didik, perangkat komputer, jaringan, serta sistem pelaksanaan TKA. Selain itu, kegiatan ini memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai teknis Anabanua, Senin, 5 Oktober 2026 — UPT SMA Negeri 4 Wajo melaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan sebelum pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Komputer UPT SMA Negeri 4 Wajo dengan peserta yang terbagi ke dalam dua ruangan dan mengikuti tiga sesi pada masing-masing ruangan.
Gladi bersih ini bertujuan untuk menguji kesiapan peserta didik, perang TKA sehingga mereka dapat lebih siap ketika mengikuti tes yang sebenarnya.
Menurut Tarmizi, S.Pd., selaku pengawas gladi bersih TKA sekaligus tenaga pendidik UPT SMA Negeri 4 Wajo, pelaksanaan gladi bersih berjalan dengan tertib dan cukup lancar. Para peserta mengikuti setiap tahapan sesuai dengan arahan yang diberikan serta mendapatkan pengawasan dari panitia yang bertugas.
Sebelum kegiatan berlangsung, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari menyiapkan laboratorium komputer, memastikan perangkat dan jaringan dapat digunakan dengan baik, membagi peserta ke dalam dua ruangan, hingga memberikan arahan mengenai tata cara pelaksanaan TKA. Persiapan teknis tersebut dilakukan untuk meminimalkan kendala selama kegiatan berlangsung.
Pak Tarmizi menjelaskan bahwa gladi bersih memiliki peran penting sebagai sarana untuk mengetahui berbagai kendala yang mungkin muncul sebelum pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Dengan demikian, pihak sekolah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Dari sisi peserta, Silfia, salah satu peserta gladi bersih TKA sekaligus peserta didik UPT SMA Negeri 4 Wajo, mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti kegiatan. Persiapan tersebut dilakukan dengan belajar dan mengulang kembali materi yang telah dipelajari, mengerjakan latihan soal, serta mencari tahu berbagai tipe soal yang kemungkinan muncul.
Selain persiapan akademik, Silfia juga berusaha mengatur waktu belajar, menjaga kondisi tubuh dengan cukup beristirahat, dan berusaha tetap tenang agar dapat mengerjakan soal dengan maksimal. Menurutnya, persiapan yang baik penting dilakukan karena hasil TKA dapat berpengaruh terhadap nilai dan menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan persiapan menuju Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Saat pertama kali mengikuti gladi bersih, Silfia mengaku merasa gelisah dan takut. Banyaknya teks yang harus dibaca menjadi salah satu tantangan selama mengerjakan soal. Ia juga merasakan mata perih dan kepala pusing selama kegiatan berlangsung.
Dari beberapa mata pelajaran yang dihadapi, Silfia menilai Matematika dan Ekonomi menjadi bagian yang paling menantang baginya karena kedua mata pelajaran tersebut masih menjadi bidang yang dianggap sulit baginya.
Untuk menghadapi berbagai soal, Silfia menerapkan beberapa strategi, seperti membaca soal dengan teliti, memahami pertanyaan sebelum menjawab, mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu, serta tidak terlalu lama mengerjakan satu soal. Ia juga berusaha mengatur waktu dan memeriksa kembali jawaban apabila masih memiliki waktu.
Meskipun mengalami rasa gugup dan beberapa kendala selama pelaksanaan, Silfia berusaha mengatasinya dengan menarik napas dalam-dalam, menenangkan pikiran, berpikir positif, serta berfokus pada soal yang sedang dikerjakan.
Menurut Silfia, persiapan yang diberikan sekolah sudah cukup membantu dalam menghadapi TKA. Ia menilai TKA dapat memberikan manfaat untuk mengukur kemampuan akademik, mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari, serta menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan belajar.
Setelah menyelesaikan gladi bersih, Silfia berharap dapat memperoleh hasil terbaik pada pelaksanaan TKA yang sebenarnya. Ia berharap nilai yang diperoleh nantinya dapat mendukung cita-citanya untuk mengikuti SNBP.
Pak Tarmizi juga kembali menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA tidak hanya bergantung pada peserta didik, tetapi membutuhkan kerja sama antara peserta didik, guru, panitia, dan pihak sekolah.
“Dengan kerja sama yang baik, diharapkan pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta memberikan hasil yang maksimal bagi siswa dan sekolah,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan gladi bersih ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai teknis pelaksanaan TKA, tetapi juga dapat mengetahui kesiapan diri serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi tes yang sebenarnya. Pihak sekolah pun berharap pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan lebih terorganisasi, lancar, dan didukung oleh fasilitas yang memadai.
Narasumber: Tarmizi, S.Pd (Pengawas gladi bersih TKA), Silfia (Peserta gladi bersih TKA)
Tim Liputan: Hilal Putra, Wiwik Serly, Nur Hafizah
Dokumentasi: Ambo Takko dan Aisyah Putri
Kepenulisan: Naisya Anaya
Penyuntingan: Ahmad Zaqi Mubarak
Desain: Fadhil Alfajri dan Isnaini Naurah Afifah



Tidak ada komentar