Pelepasan Ibu Sri Dewi Astuti, S.Pd., Gr. Tinggalkan Pesan dan Kenangan bagi Warga UPT SMA Negeri 4 Wajo
Anabanua, Jumat, 2 Oktober 2026 — Ibu Sri Dewi Astuti, S.Pd., Gr. akan melanjutkan tugasnya di Sekolah Rakyat SRT 1 Wajo setelah sebelumnya bertugas di UPT SMA Negeri 4 Wajo. Pindah tugas tersebut meninggalkan pesan dan kenangan bagi warga sekolah, khususnya peserta didik dan rekan-rekan guru.
Selama bertugas di UPT SMA Negeri 4 Wajo, Ibu Sri Dewi Astuti mengaku memiliki banyak pengalaman bersama peserta didik dengan berbagai karakter. Ada peserta didik yang terkadang membuatnya stres, marah, dan sedih, tetapi ada pula yang diam-diam membuatnya bangga melalui berbagai prestasi.
Momen yang paling berkesan baginya semasa disekolah ini, salah satu nya saat upacara pelepasannya, yakni ketika bersalaman dengan peserta didik serta tenaga pendidik lainnya. Momen tersebut menjadi kenangan yang akan selalu diingatnya selama bertugas di UPT SMA Negeri 4 Wajo.
Dalam kesan dan pesannya, Ibu Sri Dewi Astuti juga mengenang berbagai teguran yang pernah diberikan kepada peserta didik. Ia mengatakan bahwa tidak akan ada lagi yang meneriakkan, “Mati mi ada Ibu Tuti,” (Gawat, ada Bu Tuti), serta mengingatkan peserta didik untuk memotong rambut, memasukkan baju, dan tidak bermain bola ketika jam pelajaran.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah dirinya tidak lagi bertugas di sekolah tersebut, tidak akan ada lagi teguran-teguran yang selama ini menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
«“Tidak ada mi yang teriaki ki potong kuku dan kasi masuk baju ta, semua. Tidak ada mi yang setiap saat cukur rambutta, tidak ada mi yang setiap saat tegurki jangan main bola ketika jam pelajaran.”»
(Tidak ada lagi yang meneriaki kalian untuk memotong kuku, memasukkan baju, menyuruh kalian mencukur rambut, dan menegur kalian agar tidak bermain bola saat jam pelajaran), ujarnya.
Ibu Sri Dewi Astuti menjelaskan bahwa berbagai teguran yang diberikan selama ini semata-mata dilakukan demi kebaikan peserta didik. Ia berharap peserta didik tidak mengingat teguran tersebut sebagai sesuatu yang buruk, melainkan sebagai bentuk perhatian dari seorang guru.
«“Aja mo tingerrang laddeka, cukup mengingat engkaniro gurutta timamparenga maccule.”»
(Kamu tidak perlu terlalu mengingat saya, cukup mengingat bahwa pernah ada guru kita yang selalu menegur), tuturnya.
Menjelang pindah tugasnya, Ibu Sri Dewi Astuti juga memohon maaf kepada seluruh peserta didik serta tenaga pendidik lainnya atas segala perkataan maupun tingkah laku yang mungkin pernah menyakiti hati selama menjalankan tugas di UPT SMA Negeri 4 Wajo.
Ia berharap seluruh warga sekolah dapat saling memaafkan dan membersihkan hati sebelum berpisah. Meskipun tidak lagi bertugas di UPT SMA Negeri 4 Wajo, ia berharap hubungan silaturahmi tetap terjalin dan seluruh warga sekolah tetap saling menyapa karena masih berada di wilayah Wajo.
Kepada peserta didik, Ibu Sri Dewi Astuti berpesan agar tetap rajin belajar, menjadi manusia yang baik, menjadi pelajar yang baik, mematuhi tata tertib sekolah, serta menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Di akhir kesan dan pesannya, Ibu Sri Dewi Astuti juga menyampaikan pesan khusus kepada peserta didik kelas X Moderat yang merupakan anak wali kelas yang harus ia tinggalkan di tengah perjalanan. Ia berpesan agar mereka tetap mengingat dirinya serta pesan-pesan yang selama ini disampaikan.
Sementara itu, kepada peserta didik kelas X Religius angkatan 2025/2026 yang menjadi anak perwaliannya yang pertama, Ibu Sri Dewi Astuti menyampaikan rasa terima kasih karena telah memberinya kesempatan untuk menjadi wali kelas. Ia juga mendoakan agar seluruh peserta didik diberikan kemudahan dalam menjalani pendidikan.
Selain itu, Ibu Sri Dewi Astuti turut menyampaikan doa dan harapan agar peserta didik kelas XII dapat sukses dalam mengikuti kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pindah tugas Ibu Sri Dewi Astuti bukan hanya menjadi sebuah perpindahan tugas, tetapi juga meninggalkan berbagai kenangan, nasihat, dan pesan bagi warga UPT SMA Negeri 4 Wajo. Teguran yang dahulu mungkin terasa berat bagi peserta didik, kelak dapat menjadi bagian dari kenangan tentang seorang guru yang peduli terhadap perkembangan dan kebaikan anak didiknya.
Narasumber: Sri Dewi Astuti, S.Pd.
Tim Liputan: Wilma, Nur Aisyah & Nurfadillah
Tim Kepenulisan: Rasmawati
Tim Penyuntingan: Andi Khalil Hibban & Andi Sulfina
Tim Dokumentasi: Silfia & Andi Nayla Amelika
Tim Desain: Muh. Zulkifli & Muh. Rizqi Asyraf T.



Tidak ada komentar