TKA Gelombang 1, Tirta Turu Suci Bagikan Pengalaman dan Persiapannya Menghadapi Ujian
Anabanua, Senin, 26 Oktober 2026
— Tirta Turu Suci, salah satu peserta didik UPT SMA Negri 4 Wajo, Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 1, membagikan pengalaman, persiapan, kendala, serta kesan dan pesannya setelah mengikuti tes tersebut.
Sebelum mengikuti TKA, Tirta melakukan dua persiapan utama, yaitu belajar dan menjaga kondisi mental. Ia mengikuti les BAC Ruangguru serta bimbingan PPKM yang telah dibayarkan oleh sekolah. Meskipun tidak terlalu sering mengikuti bimbingan PPKM matematika, ia merasa cukup terbantu.
“Persiapan utama ada dua. Yang pertama tentunya belajar, saya mengikuti les BAC Ruangguru dan bimbingan PPKM yang telah dibayarkan oleh sekolah,” ungkap Tirta.
Selain belajar, ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi mental agar tidak mudah panik dan stres. Hal ini menjadi perhatian khusus karena ia mengaku mudah mengalami kedua hal tersebut.
“Dan yang kedua menjaga kewarasan seperti yang pernah dikatakan oleh gurunda wakasek kurikulum, karena saya orangnya gampang panik dan gampang stres,” tambahnya.
Setelah mengikuti TKA Gelombang 1, Tirta mengaku mengalami kelelahan fisik dan mental. Meski demikian, ia menilai soal-soal yang diberikan masih sesuai dengan ekspektasinya.
“Stres, pusing, pegal, mau muntah, tapi okelah pertanyaannya masih sesuai ekspektasi,” ujarnya.
Selama pelaksanaan TKA, Tirta juga menghadapi beberapa kendala, mulai dari ukuran tulisan pada soal yang terlalu kecil hingga kondisi ruangan yang terasa panas karena kipas angin kurang kencang. Ia juga mengaku mudah panik ketika mengerjakan soal.
“Kendalanya ada berbagai macam, mulai dari saya yang kesulitan membaca soal akibat tulisannya terlalu kecil dan mata saya hampir juling, saya yang gampang panik, dan saya lumayan kepanasan gara-gara kipasnya kurang kencang,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Tirta berusaha tetap tenang dengan berdoa dan percaya diri. Ia juga berpesan kepada para peserta TKA agar mempersiapkan diri, baik dari segi akademik maupun mental.
“Pesan saya jangan lupa belajar dan jaga kewarasan karena ternyata ikut TKA dalam kondisi mental tidak stabil benar-benar tidak recommended,” pesannya.
Tirta berharap perjuangan para peserta kelas XII selama mengikuti TKA dapat membuahkan hasil yang baik. Ia juga memberikan semangat kepada teman-temannya agar memperoleh skor tinggi dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) yang diinginkan.
“Untuk para teman-teman kelas 12 dan saya sendiri, semoga perjuangan kita selama TKA ini membuahkan hasil dengan kita mendapatkan skor yang tinggi dan punya peluang besar menuju PTN yang kita inginkan, semangat teman-temannnn,” tuturnya.
Selain itu, Tirta menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membantu proses belajarnya dan memberikan wejangan dalam memilih mata pelajaran pilihan. Ia juga berterima kasih kepada kakak-kakak pembimbing, keluarga, terutama mama, bapak, dan kakaknya, serta teman-teman dekat yang telah mendoakan dan memberikan dukungan.
Menutup wawancara, "Tirta mengungkapkan bahwa TKA menjadi pengalaman yang berkesan baginya, meskipun ia tidak ingin mengulanginya.
Kesan saya, TKA sangat wow dan saya berharap skor saya juga wow. Hal ini menjadi pengalaman berkesan baginya tapi tidak ingin saya ulangi, tutupnya".
Narasumber: Tirta Turu Suci (Selaku Peserta TKA gelombang 1)
Tim Liputan:Wiwik Serly, Hilal Putra, & Nurhafizah
Tim Kepenulisan: Aisyah Suham & Indo asse
Tim Penyuntingan: Nur hikmah Ramadhani & Qurrota A'yunin
Tim Dokumentasi: Ambo Takko & Aisya Putri
Tim Desain: Fadhil Alfajri & Isnaini Naurah Afifah




Tidak ada komentar