SHOLAT DHUHA BANGUN KEDISIPLINAN DAN SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK UPT SMA NEGERI 4 WAJO
SHOLAT DHUHA BANGUN KEDISIPLINAN DAN SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK UPT SMA NEGERI 4 WAJO
Anabanua, 13 Februari 2026 – Pelaksanaan sholat Dhuha di UPT SMA Negeri 4 Wajo menjadi salah satu bentuk pembiasaan ibadah sunnah yang memberikan banyak manfaat bagi peserta didik. Kegiatan ini dinilai mampu membangun karakter religius sekaligus meningkatkan semangat belajar.
Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, Nur Hajra, sholat Dhuha memiliki berbagai manfaat bagi peserta didik, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah Swt., menenangkan hati dan pikiran sebelum belajar, serta melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
Selain itu, ibadah ini juga membiasakan peserta didik melakukan amalan sunnah dan diharapkan membawa keberkahan dalam menuntut ilmu.
Menurutnya, sholat Dhuha penting dilakukan di sekolah karena dapat membantu peserta didik memiliki hati yang lebih tenang, pikiran lebih fokus, dan semangat belajar yang lebih baik. Ibadah ini juga berperan dalam membentuk karakter religius serta akhlak mulia di lingkungan sekolah.
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Dhuha adalah setelah matahari terbit, sekitar 15–20 menit. Di lingkungan sekolah, kegiatan ini umumnya dilaksanakan pada pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai atau pada waktu istirahat pagi.
Adapun pelaksanaannya di lingkungan sekolah dilakukan di musholla sekolah sebagai tempat utama ibadah, atau di ruang kelas yang bersih dan suci apabila diperlukan.
Untuk mengajak peserta didik lain melaksanakan sholat Dhuha, dapat dilakukan dengan memberi contoh secara rutin, mengajak dengan cara yang baik dan sopan, serta mengingatkan manfaatnya.
Selain itu, pembuatan jadwal atau program sholat Dhuha bersama juga dapat menjadi langkah efektif dalam meningkatkan partisipasi peserta didik.
Di lingkungan UPT SMA Negeri 4 Wajo, guru agama, kepala sekolah, pengurus OSIS, serta peserta didik yang rajin beribadah dapat menjadi teladan dalam membiasakan pelaksanaan sholat Dhuha secara konsisten.
Dengan adanya pembiasaan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat dan akhlak yang baik.
Narasumber: Nur Hajra
Tim Liputan: Melati
Tim Kepenulisan: Indo Asse
Tim Penyunting: Silfia


Tidak ada komentar