Peserta Gema Argumenta Siapkan Strategi dan Kerja Sama Tim Hadapi Babak Pertama Debat
Menurut Madinatul, persiapan diawali dengan membentuk grup diskusi yang beranggotakan tiga orang. Melalui grup tersebut, mereka mempelajari mosi yang telah diberikan saat technical meeting sekaligus membagi peran masing-masing anggota sebagai pembicara pertama, kedua, dan ketiga.
“Persiapan yang kami lakukan pertama-tama adalah membuat grup diskusi yang berisi tiga anggota tim. Di dalam grup tersebut, kami mempelajari mosi-mosi yang telah diberikan saat technical meeting. Selain itu, kami juga membagi peran masing-masing agar debat berjalan lebih terarah dan terstruktur,” ujar Madinatul.
Ia menjelaskan bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses persiapan. Mereka bekerja sama menyusun argumen, memahami mosi, saling memberikan masukan, serta melakukan briefing sebelum debat dimulai.
Pada babak pertama Gema Argumenta, Madinatul mengaku tantangan terbesar yang dihadapi timnya adalah ketika argumen yang mereka sampaikan dipatahkan oleh tim lawan. Dalam pertandingan tersebut, timnya berada di posisi pro sehingga dituntut mampu mempertahankan argumentasi dari berbagai sanggahan yang diberikan tim kontra.
“Bagian tersulit adalah ketika argumen yang kami sampaikan dipatahkan oleh tim lawan. Karena kami berada di posisi pro, kami harus mampu mempertahankan argumen dengan baik saat mendapat sanggahan dari tim kontra,” jelasnya.
Madinatul juga mengungkapkan bahwa keinginannya mengikuti Gema Argumenta didorong oleh tekad untuk mengembangkan kemampuan berpikir cepat, menyusun argumen yang logis, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Selain itu, ia ingin menambah pengalaman melalui kompetisi debat yang kompetitif dan edukatif.
Untuk menjaga kekuatan argumentasi selama perlombaan, timnya menerapkan strategi yang mengutamakan komunikasi dan koordinasi. Mereka saling mendengarkan, mempertahankan argumen tim, serta mencermati setiap bantahan dari lawan sebelum menyusun sanggahan yang tepat dan meyakinkan.
“Strategi yang kami gunakan adalah saling mendengarkan dan mempertahankan argumen tim. Kami juga memperhatikan setiap bantahan dari tim lawan, kemudian menyusun jawaban atau sanggahan yang tepat agar argumentasi kami tetap kuat dan meyakinkan,” tutup Madinatul.
Narasumber: Madinatul Ramadhani
Tim Liputan: Nur Fadillah & Muhammad Akbar
Kepenulisan: Andi Aziqah Qalisya Afyar
Penyuntingan: Nur Hafizah




Tidak ada komentar