Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    Peserta Didik UPT SMA Negeri 4 Wajo Tampilkan Teater Kelas X, XI, dan XII dengan Penuh Semangat


    Anabanua, Kamis, 13 Agustus 2026 — Peserta didik UPT SMA Negeri 4 Wajo dari kelas X, XI, dan XII mengikuti lomba teater yang diselenggarakan di Panggung Lapangan Sepak Bola Andi Alimuddin, Anabanua. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi para peserta karena memberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, membangun kekompakan, serta berani tampil di hadapan banyak orang.

    Penampilan kelas X berlangsung cukup lancar meskipun terdapat sedikit kendala teknis pada musik. Menurut Hilal Putra, mengikuti lomba teater menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Hilal Putra mengatakan, “Setelah saya mengikuti lomba teater, pengalaman yang saya dapatkan sangat menyenangkan dan berkesan. Saya belajar menghafal dialog atau naskah dan berani tampil di depan banyak orang, walaupun sempat merasa takut dan sedikit gugup.” Para peserta belajar menghafal dialog atau naskah serta melatih keberanian untuk tampil di depan banyak orang meskipun sempat merasa takut dan gugup.

    Hilal Putra juga mengatakan, “Rasanya sangat menyenangkan karena sudah berani tampil di depan banyak orang. Ada rasa lega karena semua proses latihan dan penampilan sudah dilewati.” Perasaan lega dan senang juga dirasakan setelah penampilan selesai karena seluruh proses latihan dan pementasan telah dilewati. Tantangan terbesar selama persiapan adalah menghafal naskah dan menghindari kesalahan saat berdialog. Untuk mengatasinya, tim berlatih berbicara agar dialog dapat disampaikan dengan lebih lancar.

    Teater kelas X menceritakan seorang pengemis yang meminta-minta di pasar serta Tania yang mengalami perlakuan buruk dari ibu tirinya. Dalam cerita tersebut, pengemis itu kemudian menjadi orang kaya atau bangsawan dan mencari perempuan yang telah dijodohkan dengannya, yaitu Tania. Ia akhirnya menemukan Tania di rumah ibu tirinya.

    Cerita tersebut dipilih berdasarkan arahan pelatih dan dinilai memiliki unsur lucu serta menghibur. Tim berharap kemampuan dalam berdrama dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan penampilan yang lebih baik ke depannya.

    Anggota tim kelas X: Hilal Putra, A. Khalil Hibban, Rasmawati, Auliya Umraina Anhar, Besse Rizky Fadhilah M., Bilqis Jawda Selima, Etri Jumriani, Arini Damayanti, Balqis Firyal Safira, Nanda Nahdiyah Bahar, dan Besse Kamila.


    Sementara itu, penampilan kelas XI secara keseluruhan berlangsung aman dan lancar. Meski demikian, terdapat sedikit kendala pada properti di awal penampilan yang menyebabkan pementasan terlambat sekitar satu menit.

    Zilkha Maulida mengungkapkan bahwa lomba tersebut terasa seru dan menyenangkan karena menjadi pengalaman pertamanya tampil di atas panggung. Zilkha Maulida mengatakan, “Kesan saya mengikuti lomba ini sangat seru dan menyenangkan karena menjadi pengalaman pertama bagi saya untuk tampil di atas panggung.” Sebelum tampil, para peserta merasa tegang dan gugup. Zilkha Maulida juga mengatakan, “Jujur, sebelum tampil saya merasa gugup dan tegang. Namun, setelah penampilan selesai, kami merasa lega, senang, dan bangga karena sudah memberikan yang terbaik.” Setelah menyelesaikan penampilan, mereka merasa lega, senang, dan bangga karena telah memberikan yang terbaik.

    Tantangan yang dihadapi tim kelas XI selama persiapan meliputi pergantian naskah, kekompakan, serta keterbatasan waktu karena jadwal latihan sedikit bertabrakan dengan kegiatan gerak jalan dan pembelajaran. Tim mengatasinya dengan berkomunikasi dan melakukan evaluasi setiap kali menghadapi masalah.

    Cerita yang ditampilkan mengisahkan sebuah keluarga yang awalnya hidup sangat berkecukupan. Setelah sang suami masuk penjara karena judi daring, istri dan anak-anaknya pindah ke desa. Di tempat tersebut, mereka menghadapi penghinaan dan gosip akibat pergaulan bebas yang melibatkan anak mereka serta kondisi keluarga yang mengalami kehancuran. Cerita tersebut berakhir dengan perubahan sikap sang anak.

    Tim memilih cerita tersebut karena memiliki pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan pelajaran kepada penonton. Cerita tersebut menyampaikan bahwa setiap keluarga dapat menghadapi masalah, tetapi komunikasi, kepedulian, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu seseorang menghadapi masalah tersebut.

    Anggota tim kelas XI: Reny Felicia, Adelia Putri, Uswatun Hasanah, Zakiyah Filza Adinka, Alia Isatunisa, Zilkha Maulidia, Andi Aisyah Aurora, Ahmad Imran, Ummul Khusnul, Melati, Tenri Rawe, Salsabila, Muh. Ilham Hidayatullah, dan Lestari.

    Memasuki penampilan kelas XII, teater musikal yang dibawakan berlangsung lancar dan meriah sesuai dengan konsep yang telah dipersiapkan. Penampilan tersebut menjadi bagian penutup dari rangkaian lomba teater antarkelas yang diikuti oleh peserta didik UPT SMA Negeri 4 Wajo.

    Muhammad Aswan Firmansyah mengatakan bahwa lomba tersebut bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menikmati proses bersama. Muhammad Aswan Firmansyah mengatakan, “Bukan hanya tentang menang atau kalah, lomba ini memberikan saya kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menikmati proses bersama. Semoga pengalaman di atas panggung ini menjadi cerita yang selalu kami ingat.” Sebelum tampil, peserta sempat merasa gugup, takut, dan khawatir lupa dialog. Namun, setelah penampilan selesai, mereka merasa lega karena seluruh pementasan berlangsung lancar tanpa kendala.

    Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah membangun kekompakan dan menyesuaikan jadwal latihan. Selain itu, setiap pemeran harus memahami karakter yang diperankan. Tim mengatasinya dengan saling berkomunikasi, menyesuaikan jadwal latihan, serta melakukan latihan berulang agar setiap anggota semakin memahami perannya dan dapat tampil lebih kompak.

    Teater musikal kelas XII menceritakan seorang mahasiswa bernama Bagus yang berjuang membela hak ibunya dan para buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Bersama teman-temannya, Bagus melakukan aksi untuk menuntut keadilan, tetapi perjuangannya mendapat tekanan dari pihak perusahaan. Di tengah konflik tersebut, adiknya, Laras, dihadapkan pada pilihan sulit antara membantu keluarga atau mengkhianati perjuangan kakaknya. Cerita kemudian berakhir dengan tragedi yang menggambarkan pahitnya perjuangan melawan ketidakadilan.

    Tim memilih cerita tersebut karena ingin menampilkan pertunjukan yang tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga meninggalkan kesan setelah pertunjukan selesai. Cerita tersebut dinilai memiliki ruang untuk menyampaikan emosi, konflik, dan pesan melalui musik serta akting.

    Para peserta juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk pembina, teman-teman satu tim, panitia, orang tua, dan para penonton yang telah mengapresiasi penampilan mereka. Bagi mereka, proses dan kebersamaan selama latihan menjadi bagian yang berharga dari kegiatan tersebut.

    Anggota tim kelas XII: Tirta Turu Suci, Nur Aulia, Isma Nurhasanah, Duddu Wulandari, Puputya Putri M., Madinatul Ramadhani, Dini Zuwina, Andi Nurfadillah, Yusuf, Andi Nasrullah, Muhammad Aswan Firmansyah, Ahmad Rideha, dan Ambo Takko.



    Narasumber: Hilal Putra (Kelas X), Zilkha Maulida (Kelas XI), dan Muhammad Aswan Firmansyah (Kelas XII).

    Tim Liputan: Wiwik Serly dan Arini Damayanti

    Kepenulisan: Putri Ramadhani

    Tim Penyunting: Andi Muh Kaisan Akbar

    Tim Dokumentasi: Alya Az Zahra & Rashni

    Tim Desain: Dwi Putri Amirah & Hasnidar

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728