Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    Tiga Generasi Tari Tampilkan Kekayaan Budaya dalam Pentas di Anabanua dan Maniangpajo

    Anabanua, Kamis, 13 Agustus 2026 — Peserta didik kelas X, XI, dan XII menampilkan beragam tarian dalam rangkaian kegiatan seni yang berlangsung di Anabanua dan Kecamatan Maniangpajo, Kamis (13/8/2026). Ketiga tim mengangkat kekayaan budaya yang berbeda, mulai dari keteguhan perempuan Bugis, budaya Dayak, hingga tradisi Rilangi Tojang.

    Tim tari kelas X menampilkan tarian yang mengangkat kisah perempuan Bugis yang dikenal memiliki kelembutan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tetap teguh dan berani ketika kehormatan atau siri’ terusik. Dalam tarian tersebut, balida menjadi simbol kekuatan dan perlindungan.

    Tarian tersebut menyampaikan pesan bahwa perempuan Bugis tidak hanya dikenal lembut dan terampil, tetapi juga memiliki keberanian dalam menjaga kehormatan, martabat, serta tanah leluhur. Tim memilih tema tersebut karena dinilai relevan, menantang, dan sarat makna budaya.

    Isnaini Naurah Afifah selaku narasumber kelas X mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena dapat memberikan penampilan terbaik. Menurutnya, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berkesan karena mampu mempererat kekompakan tim. Penampilan kelas X dilaksanakan di Lapangan Anabanua.

    Adapun tim tari kelas X yaitu, Isnaini Naurah Afifah, Irna Aprilyanti, Aprischa Samidha, Ayatul Husna, Asmaul Husna, Assrah Sahwasti, Andink Naravadhia dan Ryna Anggriana

    Sementara itu, tim tari kelas XI membawakan tarian yang berasal dari budaya Dayak di panggung anabanua. Melalui tarian tersebut, tim ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga hutan, budaya, dan jati diri bangsa.

    Selpha Alfiana selaku narasumber kelas XI mengatakan bahwa dirinya merasa senang setelah menampilkan tarian tersebut. Meskipun persiapan dan penampilan cukup melelahkan serta membuatnya merasa gugup, ia tetap merasa bangga setelah tampil. Tim memilih tarian tersebut karena lagu yang digunakan dinilai enak didengar dan menarik untuk ditampilkan.

    Adapun tim tari kelas XI terdiri atas Selpha Alfiana, Rasni, Aisra Malla, Nafisa, dan Febi.

    Pada penampilan kelas XII, tim membawakan Tari Rilangi Tojang di panggung Lapangan Anabanua. Tarian tersebut mengangkat salah satu tradisi budaya Bugis yang menggambarkan prosesi memperkenalkan dan memindahkan bayi ke dalam ayunan yang telah dihias dengan kain sarung sutra atau lipa’.

    Tari Rilangi Tojang memiliki makna tentang rasa syukur, kasih sayang, kebersamaan, serta doa dan harapan orang tua dan keluarga terhadap bayi yang memasuki tahap baru dalam kehidupannya. Tim memilih tarian tersebut karena tradisi yang diangkat memiliki makna yang dekat dengan kehidupan masyarakat Bugis.

    Anna Tasya S. selaku narasumber kelas XII mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesan yang menyenangkan, membanggakan, serta menjadi pengalaman berharga. Ia juga berpesan agar peserta didik tidak takut mencoba dan terus belajar dari setiap pengalaman.

    Tim tari kelas XII terdiri atas Anna Tasya S., Khaerunnisa, Keyla Nur Kamilah, Marlina, Fatimah, dan Silfia.

    Ketiga penampilan tersebut menunjukkan keberagaman budaya yang dapat diperkenalkan melalui seni tari. Setiap tim tidak hanya menampilkan gerakan tari, tetapi juga menyampaikan nilai, pesan, dan makna budaya kepada para penonton.



    Narasumber: Isnaini Naurah Afifah, Selpha Alfiana, dan Anna Tasya S.

    Tim Liputan: Wiwik Serly dan Arini Damayanti

    Tim Kepenulisan: Nur Aisyah

    Tim Penyuntingan: Andi Muh. Kaisan 

    Tim Dokumentasi: Alya Az Zahra dan Rashni

    Tim Desain: Dwi Putri Amirah dan Hasnidar



    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728