Header Ads

ad728
  • Sekilas Berita

    Diklat Jurnalistik CEMARA Bekali Siswa dengan Keterampilan Menulis dan Wawancara


    Anabanua, 6 September 2026 — Jurnalistik CEMARA UPT SMA Negeri 4 Wajo menggelar Diklat Jurnalistik CEMARA pada 4–6 September 2026 di Aula UPT SMA Negeri 4 Wajo. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis berita, melakukan wawancara, memahami dasar-dasar jurnalistik, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.

    Kegiatan diawali dengan pembukaan pada 4 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan utama pada 5–6 September 2026. Diklat tersebut terbuka bagi peserta didik kelas X dan XI, tetapi seluruh peserta yang mendaftar berasal dari kelas X. Sementara itu, panitia kegiatan merupakan pengurus dan anggota Jurnalistik CEMARA UPT SMA Negeri 4 Wajo.

    Ketua Panitia Diklat Jurnalistik CEMARA, Fadhil Alfajri, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam dunia jurnalistik.

    “Tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan menulis berita, keterampilan wawancara, pemahaman dasar jurnalistik, serta kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa,” ujar Fajar.

    Selama diklat, peserta mendapatkan lima materi utama, yaitu Dasar-Dasar Jurnalistik dan Kode Etik, Teknik Wawancara, Menemukan Ide dan Nilai Berita, Teknik Penulisan Berita, Feature dan Artikel, serta Teknik Dokumentasi dan Publikasi. Materi tersebut disampaikan oleh Muh. Nur, Yasser Arafat, S.Pd., dan Sri Dewi Astuti, S.Pd.

    Selain pembelajaran di dalam ruangan, peserta juga mengikuti kegiatan outdoor yang dikemas melalui permainan edukatif. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda sekaligus mendorong kerja sama, kekompakan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis peserta.

    Salah satu peserta, Aprischa Samidha, mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti rangkaian diklat.

    “Indoor menyenangkan karena dapat menambah wawasan seputar jurnalistik. Setiap materi tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga tata cara membuat berita yang baik dan benar,” ungkap Aprischa.

    Menurut Aprischa, kegiatan outdoor juga menjadi salah satu bagian yang menarik karena peserta dapat belajar melalui permainan edukatif.

    “Outdoor sangat menyenangkan karena dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, tanggung jawab, dan pikiran yang kritis. Di setiap pos terdapat pertanyaan dan games edukatif yang berbeda,” tambahnya.

    Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik Cemara, Andi Aziqah Qalisya Afiyar, menjelaskan bahwa diklat tersebut menjadi tahap penting dalam mempersiapkan calon anggota jurnalistik sebelum bergabung secara lebih aktif dalam organisasi.

    “Tujuannya tentu saja untuk melatih calon anggota jurnalistik sekaligus menstandarkan mereka menjadi anggota jurnalistik dalam persekutuan ini dan seterusnya,” jelas Andi Aziqah.

    Menurutnya, anggota jurnalistik perlu menguasai berbagai bidang, mulai dari liputan, penulisan, penyuntingan, desain, hingga dokumentasi.

    “Menurut saya, materi yang cukup penting dikuasai yakni untuk setiap divisi, yakni liputan, penulisan, penyuntingan, desain, dan dokumentasi, serta tata cara pelaksanaan divisinya,” katanya.

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan sempat menghadapi kendala berupa pemadaman listrik pada hari pertama. Kondisi tersebut menyebabkan layar proyeksi dan mikrofon yang digunakan pemateri tidak dapat berfungsi. Namun, panitia segera mencari solusi dengan menggunakan speaker portabel sehingga penyampaian materi tetap dapat berlangsung dan terdengar oleh seluruh peserta.

    Fajar mengatakan bahwa selain kendala teknis, koordinasi antarpanitia juga masih perlu ditingkatkan.

    “Kendala yang dihadapi adalah sempat terjadinya pemadaman listrik pada hari pertama kegiatan. Sebagai solusinya, panitia menggunakan speaker cas atau portable agar pemateri tetap bisa menyampaikan materi,” jelasnya.

    Sementara itu, Andi Aziqah menilai miskomunikasi antarpanitia menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi.

    “Menurut saya, sejauh ini kendalanya itu cuma miskom atau miskomunikasi terhadap sesama panitia saja,” ujarnya.

    Ia mengatakan, evaluasi dan komunikasi yang lebih baik diperlukan untuk mengatasi persoalan tersebut. “Dengan berkomunikasi atau melaksanakan evaluasi nantinya setelah event,” katanya.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi dan penutupan. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, ice breaking, kegiatan outdoor, hingga evaluasi.

    Pada akhir kegiatan, panitia memberikan sejumlah penghargaan kepada peserta dan panitia yang dinilai menonjol selama pelaksanaan diklat. Alfian Saputra terpilih sebagai Peserta Terbaik, Hilal Putra sebagai Peserta Teraktif Putra, Andi Sulfina sebagai Peserta Teraktif Putri, dan Fadhil Alfajri sebagai Panitia Terfavorit.

    Bagi Fajar, kegiatan outdoor menjadi salah satu momen yang paling menyenangkan selama pelaksanaan diklat.

    “Menurut saya sebagai panitia, kegiatan outdoor-nya seru, terutama ketika kita bermain game bersama peserta,” tuturnya.

    Ke depan, panitia berharap pelaksanaan kegiatan serupa dapat semakin baik, terutama dalam hal koordinasi, komunikasi, dan efisiensi waktu. Fajar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta sekaligus melahirkan anggota jurnalistik yang kreatif dan kritis.

    “Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta membentuk anggota jurnalistik yang kreatif, kritis, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik,” ungkap Fajar.

    Senada dengan hal tersebut, Andi Aziqah berharap anggota jurnalistik dapat semakin aktif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

    “Harapan saya semoga anggota jurnalistik berikutnya dan tahun kemarin semakin rajin, lebih giat, dan bertanggung jawab karena nanti kelas 12 sudah tidak ada sebagai seniornya dan kelas 11 akan menjadi senior. Jadi, semangat,” pungkasnya.


    Narasumber: Muh. Nur, Fadhil Al Fajri, Aprischa Samidha, & Andi Aziqah Qalisya Afiyar

    Tim Liputan: Madinatul Ramadhani

    Tim Kepenulisan: Fakhriyah Muflihah Umar

    Tim Penyuntingan: Muhammad Aswan Firmansyah

    Tim Dokumentasi: Ambo Takko

    Tim Desain: Tirta Turu Suci

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728